Kuliah Sambil Menulis Buku, Kenapa Tidak?

0 6

Pada tanggal 10 Oktober 2020 Kajian Reguler dilaksanakan oleh EL- MONTADA bekerja sama dengan almamater IMAPA dengan mengangkat tema ”Kuliah Sambil Menulis Buku, Kenapa Tidak?

Acara ini diselenggarakan secara live melalui akun IG dan FB El-Montada Mesir dengan moderator Ust. Pandu sebagai perwakilan dari anggota senior almamater IMAPA.

Adapun narasumber pada kajian kali ini adalah Ust. M Irja Nasrullah Majid, Lc. Dipl. Seorang penulis buku, pengurus El-Montada dan juga mahasiswa pascasarjana Univ Al Azhar, Kairo yang sudah sudah berhasil menulis 27 buku dan diterbitkan di Indonesia.

Berbagai pengalaman narasumber telah disampaikan dalam kajian ini yang terkait bermacam-macan hal seputar strategi menulis buku sampai ke tahapan bisa diterima di penerbit.

Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan oleh siapapun yang ingin menulis buku adalah sebagai berikut:

1. Niat atau keinginan yang kuat.
2. Menganalisis berbagai problem kemasyarakatan, menjadi bahan tulisan yang solutif.
3. Membiasakan diri menulis.
4. Memiliki mentor yang berpengalaman dalam menulis buku.
5. Bergabung dengan komunitas menulis.
6. Harus memiliki target, berikut tahapan untuk mencapainya.

Narasumber juga menjelaskan bahwa antara kesibukan menulis buku dan kesibukan kuliah adalah dua hal tidak saling bertentangan. Justru dua hal itu bisa saling bersinergi, karena berbagai ilmu dengan segudang referensi dan penjelasannya yang tercantum di diktat kuliah bisa menjadi bahan rujukan untuk menulis berbagai buku.

Terlebih bagi para mahasiswa Indonesia yang kuliah di Mesir, jangan sampai menjadi ”ayam yang mati di lumbung padi”, karena Mesir merupakan gudangnya berbagai referensi dalam banyak disiplin ilmu dan juga para pakar dalam berbagai bidang yang sangat bisa membantu menjawab persoalan-persoalan yang belum kita ketahui jawabannya. Jadi, jangan sampai kita semua menyia-nyiakan kesempatan yang sangat berharga itu.

Terlebih lagi, bagi mahasiswa pascasarjana yang sudah mulai menulis karya ilmiah, maka menulis buku semestinya menjadi sebuah kebutuhan dan dorongan untuk bisa menyampaikan ilmunya ke masyarakat secara lebih luas.

Antusias para pemirsa atau netizen dalam acara ini juga sangat bagus, sehingga banyak pertanyaan yang disampaikan kepada narasumber. Di antara pertanyaan yang masuk adalah bagaimana memanajemen waktu antara menulis buku dan kuliah serta kegiatan lain dalam sehari-hari? Kemudian narasumber, Ust Irja menjawab, “Saya biasa menulis di pagi hari sebelum pukul sembilan dan pada malam hari sebelum tidur; itu adalah waktu yang produktif untuk menulis bagi saya.” Selain itu katanya, ”Setiap hari biasakan menulis minimal satu halaman. Kalaupun tidak langsung ditulis di laptop, maka bisa juga ditulis terlebih dahulu di buku.”

Kemudian ada juga pertanyaan lain yang masuk, yaitu tentang apakah lebih mendahulukan menulis ataukah riset? Narasumber menjawab, ”Bagi saya dua hal tersebut bisa berjalan bersama atau beriringan, artinya ketika menulis bisa juga sambil melakukan riset yang berhubungan denngan tulisan yang sedang digarap oleh penulis.” Dalam masalah ini narasumber juga sempat menyampaikan pengalamannya dalam menulis sebuah novel, yang mana harus melakukan riset juga di beberapa tempat.

Yang tidak kalah penting juga adalah bagaimana tulisan kita bisa diterbitkan oleh penerbit nasional? Di antaranya tulisan harus berkualitas, penulis harus mengetahui visi dan misi penerbit, mengetahui email penerbit yang masih aktif, serta jelas segmentasi pembacanya. Selain itu, penulis juga harus tepat sasaran ke lini penerbit yang dituju, karena setiap penerbit memiliki kategori yang berbeda-beda terkait ragam buku yang akan diterbitkan.

Adapun buku-buku yang banyak diminati adalah seputar motivasi, panduan ibadah (buku-buku aplikatif), seputar rumah tangga, pendidikan, kiat-kiat sukses dalam berbagai hal, dan lain sebagainya.

Bagi kawan-kawan yang tulisannya belum bisa masuk di penerbit mayor, karena memang persaingannya sangat ketat dan banyak, maka jangan putus asa, karena tulisannya masih bisa terbit lewat penerbit indie. Di penerbit ini penulis hanya cukup mengeluarkan biaya sesuai dengan pesanan, tidak ada seleksi ketat dan buku akan bisa dicetak serta mendapatkan ISBN juga.

Alhamdulillah, selama dua jam kajian reguler EL-MONTADA yang kali ini bekerja sama dengan almamater IMAPA berjalan dengan penuh antusias dan lancar. Semoga bermanfaat dan memacu kita semua untuk lebih produktif.

Menulislah, karena dengan menulis Anda akan dicatat juga menjadi bagian dari sejarah.

Selamat menulis!

Penulis: Faiz Husaini

Leave A Reply

Your email address will not be published.