REFLEKSI HARI SANTRI (22 OKTOBER 2020)

0 111

Santri adalah pejuang intelektual yang sangat patut dibanggakan. Para santri adalah aset yang sangat berharga bagi agama dan negara. Bagaimana tidak?! Di masa muda yang terkadang digunakan oleh sebagian remaja untuk berfoya-foya, menghabiskan waktu untuk berbagai hal yang tidak bermanfaat, seperti pergaulan bebas, narkoba, dll. Namun, hal itu tidak terjadi pada santri.

Santri tidak hanya berbekal ilmu yang akan mengantarkan kebahagiaan dunia saja, tetapi mereka juga berbekal ilmu untuk keselamatan dan kebahagiaan akhirat.

Banyak sekali nilai-nilai positif yang sudah tertanam dalam jiwa santri seperti kesederhanaan, kepekaan sosial, kebersamaan, keshalihan rohani, kemandirian, dan nasionalisme. Yang mana sifat-sifat positif tersebut mereka dapatkan di lingkungan pesantren.

Sifat-sifat positif itulah yang sangat dibutuhkan untuk bisa tertanam dengan baik pada diri pemuda, karena para pemudalah yang nantinya akan melanjutkan estafet perjuangan para pendahulunya.

Di saat kita prihatin dengan sebagian kelompok yang tidak peduli dengan cinta Tanah Air, maka santri selalu hadir di garis terdepan sebagai bagian yang akan terus berusaha mempertahankan NKRI sampai titik darah penghabisan.

Fakta membuktikan bahwa peran santri tidak hanya dalam urusan agama saja. Namun, terbukti bahwa santri memiliki peran yang sangat penting dalam merebut kemerdekaan Republik Indonesia. Begitu juga peran santri pasca kemerdekaan, misalnya dalam politik praktis, terbukti presiden ke-4 Indonesia KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah representasi dari kalangan para kyai dan santri. Para santri juga mampu menempati posisi penting juga dalam lembaga negara, sebut saja Prof. Dr. Mahfudz MD sebagai mantan ketua Mahkamah Agung, begitu juga wakil presiden RI sekarang KH. Ma’ruf Amin, dll. Begitu banyak juga para politikus, budayawan, ahli medis, pengusaha, dan tenaga ahli lainnya yang berlatar belakang santri juga.

Dari fakta-fakta yang penulis sebut di atas, menunjukkan bahwa santri itu multi disipliner, mereka bisa berkiprah dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Jadi, merupakan pandangan yang sangat tidak tepat, ketika sebagian menganggap kalangan santri adalah golongan yang terbelakang.

Para santri yang kelak akan menjadi para ulama yang ahli dalam bidang ilmu syariat juga menjadi kelompok yang akan mampu menjelaskan persoalan-persoalan agama dengan tepat dan benar yang berlandaskan ilmu dan sanad keilmuan yang bisa dipertanggungjawabkan. Tentunya tidak seperti sebagian oknum yang tidak memiliki pondasi keilmuwan agama Islam yang kuat, tetapi begitu berani berbicara tentang hal-hal yang berkaitan dengan agama, sehingga yang disampaikan justru terkadang sesat dan menyesatkan.

Sikap moderat yang sudah tertanam pada diri santri juga menjadi aset terpenting dalam membina kerukukan antar umat beragama. Di mana hal itu menjadi sangat penting bagi eksistensi negara Indonesi yang penuh dengan keanekaragaman agama, budaya, bahasa, dan adat istiadat. Harapan kita di saat santri mampu menjadi elemen penting dalam kemajuan negara, maka mereka juga akan mampu menjadi bagian penting dalam menciptakan perdamaian dunia serta membangun peradaban dan kemajuan dunia dengan ilmu pengetahuan, juga nilai-nilai luhur yang diajarkan agama.

Semoga dengan peringatan hari santri yang pada kali ini diperingati pada 22 Oktober 2020 akan menjadi support bagi semua elemen untuk selalu tergerak hatinya, sehingga terus termotivasi melakukan perubahan, inovasi dalam berbagai hal positif untuk memajukan agama, bangsa dan dunia. Selamat Hari Santri! Satri Hebat Indonesia Hebat. Santri Sehat Indonesia Kuat. Hidup Santri !

Cairo, 22 Oktober 2020.

Oleh: Faiz Husaini, MA.
Santri Tebuireng & santri program doktoral Univ. Al Azhar.

Leave A Reply

Your email address will not be published.