Mahasiswa Indonesia berhasil meraih predikat Cum Laude

0 30

Nurman Bakri Lc., MA., mahasiswa Indonesia di Mesir, berhasil meraih master dalam bidang Fikih Komparatif dengan predikat Cum Laude (Mumtaz) dari Universitas Al-Azhar. Pria dari kekeluargaan KMM (Kesepakatan Mahasiswa Minang) tersebut berhasil mempertahankan tesisnya yang berjudul, “Studi Fiqih Komparatif Terhadap Tindak Pidana Penjualan dan Pencurian Organ Tubuh Manusia Menurut Perspektif Fiqih Islam Hukum Mesir dan Indonesia” pada Kamis, 26 November 2020, di Auditorium Mohammed Foad El Nadi, Universitas Al-Azhar Kairo.

Adapun majlis sidang terdiri dari Prof. Dr. Saad El Din Helali, Guru Besar Fikih Komparatif di kampus dan mantan dekan Fakultas Studi Islam dan Arab di Aswan dan Dimyath (Pembimbing); Prof. Dr. Osama As Sayyed Abdel Samie, Guru Besar Fikih Komparatif dan mantan Wakil Dekan di kampus (Penguji Internal); Prof. Dr. Abdul Tawab Sayyed Mohammed, Guru Besar dan Ketua Jurusan Fikih Komparatif, juga mantan Wakil Dekan Fakultas Studi Islam dan Arab Bani Suwef (Penguji Eksternal).

Sidang dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat selama sekitar dua jam.

Tesis studi lapangan ini cukup berat dan tebal apabila dibandingkan dengan tesis studi lapangan lainnya.

Tesis ini terdiri dari: 592 halaman. Akan tetapi, naskah ini telah melalui revisi yang panjang, ada bagian yang dikurangi, adabagian yang ditambah, ada bagian yang diperluas, ada bagian yang disederhanakan.

Judul tesis sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia, yang memerlukan Undang-Undang berkaitan dengan Pengaturan Transplantasi Organ Tubuh Manusia.

Sedangkan Mesir telah terlebih dahulu memiliki Undang-Undang yang dimaksud.

Masyarakat Indonesia memerlukan penjelasan mengenai halini dari perspektif Fiqih Islami, karena negara kita adalah Negara muslim terbesar di dunia.

Adapun Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menjelaskan mengenai fatwa transplantasi organ tubuh manusia ini.

Trasplantasi organ adalah salah satu metode pengobatan modern. Bahkan di masa pandemi sekarang, beberapa opsi pengobatan bagi penderita Covid-19 mulai dari vaksinasi, terapi, pola hidup sehat (3M), hingga terapi plasma darah dari para penyintas ke tubuh pasien Covid-19.

Penggunaan plasma darah ini (organ tubuh) adalah salah satu yang diperdebatkan dalam tesis dari perspektif Fiqih Islami, Undang-Undang Mesir dan Indonesia.

Sebagaimana tesis dan disertasi lainnya, tesis inipun tidak luput dari berbagai kekurangan.

Tentunya dengan proses revisi (tashwibat) yang akan dilakukan setelah sidang.

Dalam kesempatan kali ini juga, Faiz Husaini Lc., MA., mewakili El-Montada Mesir memberikan piagam penghargaan dan buku kepada mahasiswa almamater Almakki tersebut.

Keluarga besar El-Montada Mesir (Forum Mahasiswa Pascasarjana Indonesia di Mesir) mengucapkan selamat dan sukses kepada Nurman Bakri, Lc., MA. Semoga selalu mendapatkan, keberkahan, taufiq dan ilmu yang bermanfaat serta mampu menjadi duta Al-Azhar yang menebarkan pemahaman Islam yang rahmatal lil ‘aalamiin. Allahumma aamiin.

Leave A Reply

Your email address will not be published.