MAHASISWI ASAL BANTEN BERHASIL MERAIH CUM LAUDE DALAM BIDANG HADITS DI UNIV. AL-AZHAR

0 109

Sabtu, 28 November 2020, Jauharotun Naqiyah, Lc., MA., berhasil meraih master dalam bidang hadis dari Universitas Al-Azhar. Mahasiswi kelahiran Serang, 18-09-1992 tersebut, berhasil mempertahakan tesisnya yang berjudul, “Kitab Hayatu Shahabah lil Imam Al- Kandahlawi, Ibtida bi Aqwali Shabah fi Karahiyati al-ikhtilaf, Bab Ihtimam Shahabah bi al-Ijtima’i al-kalimah, wantiha biqauli Abi Dahdahi ‘Qad Aqradtu Rabbi Haithi’ Bab Infaq Shahabah, Takhrij wadirasah” di Auditorium Fakultas Dirasat Islamiyah Universitas Al-Azhar Putri Kairo dengan predikat Cum Laude (Mumtaz).

Adapun majlis sidang terdiri dari Prof. Dr. Raga’ Mostafa Huzain, Guru Besar Hadis Fakultas Dirasat dan Bahasa Arab Putri, Universitas Al-Azhar, Cairo dan mantan Dekan Fakultas Dirasat dan Bahasa Arab Putri, Universitas Al-Azhar, Qalyubiah (Promotor I); Prof. Dr. Ummu Hasyim Hasan Abduh, Dosen Hadis Fakultas Dirasat dan Bahasa Arab Putri, Universitas Al-Azhar, Cairo (Promotor II); Prof. Dr. Su’ad Mahmud Abdul Qadir, Guru Besar Hadis Fakultas Dirasat dan Bahasa Arab Putri, Universitas Al-Azhar, Cairo (Penguji Internal); Prof. Dr. Hanan Abdul Aziz Abdul Khaliq, Dosen Hadis dan Dekan Fakultas Dirasat dan Bahasa Arab Putri, Universitas Al-Azhar, Bani Sweef (Penguji Eksternal).

Tesis setebal 1394 halaman ini membahas tentang biografi Syekh Muhammad bin Yusuf al-Kandahlawi secara detail, kemudian menjelaskan juga tentang kitab ”Hayatu ash-Shahabah” dari sisi metodologinya dan juga mengkomparasikannya dengan kitab-kitab sirah lainnya. Adapun inti dari tesis ini adalah mentakhrij dan menghukumi semua hadis dan atsar yang terdapat dalam kitab tersebut yang dimulai dari bab ”Ihtimam Shahabah bi al-Ijtima’i al-kalimah” sampai bab “Infaq Shahabah”.

Ada beberapa taujihat dan koreksi yang disampaikan salah satu dewan penguji yaitu Prof. DR. Su’ad Mahmud Abdul Qadir, di antara taujihatnya adalah perlunya menjelaskan musthalah gharib secara menyeluruh, penting menyebutkan detail seperti dalam penyebutan juz, shafhah/halaman, dan nomor hadis dalam setiap hadis atau atsar yang ditakhrij, ketelitian dalam hal-hal yang terkait dengan kebahasaan dalam penulisan karya ilmiah agar tidak terjadi kesalahan bahasa baik ringan ataupun kesalahan yang fatal. Kemudian perlunya menjelaskan musthalah-musthalah hadis yang mungkin butuh penjelasan lebih dari seorang bahitsah, sehingga para pembaca bisa memahaminya lebih mudah dan benar, dll.

Sidang tesis yang dilaksanakan dalam suasana pandemi covid-19 itu dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat selama kurang lebih dua jam.

Dalam kesempatan kali ini juga, Faiz Husaini Lc., MA., mewakili El-Montada Mesir memberikan piagam penghargaan kepada mahasiswi almamater IKPM Kairo tersebut.

Keluarga besar El-Montada Mesir (Forum Mahasiswa Pascasarjana Indonesia di Mesir) mengucapkan selamat dan sukses kepada Jauharotun Naqiyah, Lc., MA. Semoga selalu mendapatkan taufiq dari Allah dan mampu menjadi duta Al-Azhar yang menebarkan pemahaman Islam yang rahmatal lil ‘aalamiin. Allahumma aamiin.

Atdikbud Cairo Bambang Suryadi Konsuler Kbri Cairo Senat Fba Mesir Senat Syari’ah Islamiyah Senat Dirasat Kairo Markaz Ushuluddin Jauharotun Naqiyah Nurman Bakri Faiz Husaini Maramita Elfani M Irja Nasrullah Majid Ahmad Ikhwani Murtadlo Bisyri Usman Syihab Antony Oktavian Wirdah Fachiroh Fachri Musa Al Azhar Ppmi Mesir Ansor Mesir

Leave A Reply

Your email address will not be published.